nuptk.net - Info NUPTK Terbaru dan Info Pendidikan
Jum`at, 27-02-2015 21:38

Pergantian penerapan kurikulum dari Kurikulum 2013 (K-13) kembali ke Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) membuat 104.308 guru kehilangan sebagian jam mengajar.

Kehilangan jam mengajar ini akan berdampak pada tunjangan profesi guru karena tidak mampu mengejar beban minimal mengajar 24 jam tatap muka per minggu.

Tetapi jangan khawatir, pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah memberikan langkah antisipasi sebelum menjadi masalah yang meluas di kalangan guru.

Langkah antisipasi yang dilakukan oleh Kemendikbud dengan cara mengeluarkan kebijakan ekuivalensi atau penyetaraan. Tujuannya agar guru-guru yang terpangkas jam mengajarnya tersebut tetap bisa mengejar batas minimal 24 jam tatap muka per minggu.

Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) Ditjen Pendidikan Dasar (Dikdas) Kemendikbud, Sumarna Surapranata menuturkan, ada lima kegiatan yang diekuivalen seperti mengajar di dalam kelas.

Berikut lima kegiatan yang disetarakan seperti mengajar di dalam kelas:

  • Menjadi wali kelas disetarakan dengan beban mengajar 2 jam pelajaran per minggu
  • Menjadi pembina OSIS setara 1 jam pelajaran
  • Menjadi guru piket setara 1 jam pelajaran
  • Membina kegiatan ekstrakurikuler berbobot 2 jam pelajaran
  • Menjadi tutor paket A, B, dan C serta pendidikan kesetaran memiliki bobot sesuai dengan alokasi jam pelajaran yang dilakukan

Ketentuan tersebut hanya berlaku bagi guru yang sebelumnya mengajar menggunakan K-13 tetapi saat ini kembali ke KTSP. Selain itu, ketentuan tersebut tidak berlaku untuk guru SD.

Tambahan kebijakan penyetaraan jam mengajar tersebut maksimal hanya 6 jam pelajaran per minggu. 18 jam pelajaran sisanya, guru harus mengajar di dalam kelas.

Dengan adanya kebijakan ini, perubahan implementasi K-13 menjadi KTSP tidak merugikan guru. Guru-guru yang jam mengajarnya terpangkas, tetap bisa mendapatkan TPG melalui skenario ekuivalensi tersebut.

Sumber: jpnn.com

save our forest game android
NUPTK.net merupakan salah satu dari sekian ribu situs nuptk yang berusaha membantu para pendidik dan tenaga kependidikan untuk mendapatkan informasi mengenai status nuptk bersangkutan, apakah belum masuk database, diterima, ditunda atau ditolak. Data nuptk per sekolah, madrasah atau instansi yang ada di situs ini terbarui jika ada permintaan atau request. Mohon maaf jika belum direspon karena keterbatasan sumber daya. Informasi mengenai NUPTK di situs ini merupakan hasil pencarian melalui search engine nuptk yang sudah disediakan oleh Kemdiknas. Jika ada data yang tidak sesuai dengan identitas Anda, silahkan menghubungi Disdik atau Mapenda setempat.
NUPTK.net juga berusaha untuk menyajikan informasi mengenai dunia pendidikan terutama pendidikan dasar dan menengah yang didapat dari berbagai sumber yang akurat dan juga pengalaman pribadi.
nuptk.net © 2012-2015